Naskah Drama
A. Naskah Drama dengan B. Indonesia
Nah ini naskah tentang Perampok dan Anak jalanan. Tetapi ini menggunakan Bahasa Indonesia
Naskah tersebut sebagai berikut :
Judul : Perampok
& Anak Jalanan Yang Hebat
Pemain
:
Ahmad Arfi : Bayu (Polisi) Badannya besar, tergila-giladengan Dara sampai bersaing dengan Dirgantara,orangnya panikan, pelupa
Dita Widiantari : Dara
(Polisi)polwan yang amat sangat cantik, tidak peka terhadap bayu, tergila-gila dengan Dirgantara
Syachrul Ichwan : Dirgantara
(Polisi)badannya kurus, kuat, orangnya santai selow, tidak terlalu memikirkan wanita,
saingan Bayu, orangnya nekat
M.
Farhan F. : Abbas (Pejabat tertinggi)sombong, koruptor, serakah,
sokbi jaksana, licik, pemalas
Amelia : Liana (Istri pejabat) sombong, pelit,
suka pamer
M. Rafli F. : Danu (Perampok) Pintar IT, Beloon,
lelet, Telmi
RayhanShidqi : Ringgo(Perampok)
Sok tau, Cepat mengatur strategi, tidak sabar melihat leletnya Danu
Ridho
Al’Amin : Rega (Anak jalanan yang hebat dalam bela diri) hebat dalam kung
fu, pendiam, beloon,
cerdik
Latar
:
-
KantorPejabat
-
Jalanraya
-
RumahMewah
-
Kantor
polisi
-
MarkasPerampok
Pada suatu
pagi..
(Di teras
rumah mewah, Abbas sedang bersantai dan berbincang dengan Liana)
Lina : “Nih
pah tehnya.”
Abbas :
“(sambil meminum) ini apaan? Teh kok hambar? Ini teh apa air putih??”
Lina : “Iya,
gula kita udah habis soalnya hehe..”
Abbas :
“Beli dong, kan kita udah banyak uang.”
Lina :
“Mamah cape pah naik mobil sendiri, sekali-kali ayah jadi supir dong..”
Abbas : “Ah,
capek jadi supir..”
Sementara
itu, di sebuah rumah kecil markas 2 orang perampok yang profesional
Ringgo :
“Dan!”
Danu : “...”
Ringgo :
“(sambil melepas headset Danu) Woy!! Dengek teu sih?! Itu kuping apa
opak?!”
Danu : “Ohh maneh
manggil urang??”
Ringgo :
“Bukan, noh manggil tembok!.”
Danu : “Ohh
yaudah (sambil memakai kembali headsetnya)”
Ringgo :
“(Melepaskan headset Danu) Kok dodol sih lu?!”
Danu :
“Hah?”
Ringgo :
“Udah ah capek gua!.. Nih gua ada rencana mau ngerampok rumah
pejabat Abbas.”
Danu :
“Emang kenapa?”
Ringgo :
“Dia kan orang kaya, Pasti banyak uang. Denger-denger juga dia mau
keluar kota bulan depan”
Danu :
“Oohh, pinter juga lu go.”
Ringgo :
“Iya dong. (Sambil bergaya) ... Udah ah gua mau ke WC dulu.”
Siang
harinya, dikantor polisi
Dirgantara :
“Bayu!, Dinda!”
Bayu, Dara : “Ya pak?!”
Dirgantara :
“Apa kalian siap menjalankan tugas?!”
Bayu :
“Tugas?”
Dara : “Lagi?”
Bayu :
“Tugas apa pak?”
Dirgantara :
“Ya, apa kalian ingat dengan kejadian bank BNI yang dirampok oleh
2 orang perampok
itu?”
Dara : “Ya tentu ingat pak!”
Bayu : “Yang
mana ya pak?”
Dara : “Itu yang terjadi 1 bulanlalu itu, kamu mah pelupa bay.”
Bayu : “Ohh
itu, tuh kan kalo Dinda yang ngomong mah saya langsung mudeng,
(berbisik ke dinda) kalo komandan
yang ngomong mah saya suka lupa.”
Dirgantara :
“Apa kamu bilang?!”
Bayu : “Eh,
nggak pak tadi saya cuma bilang bapak tegas banget.”
Dirgantara :
“Semprul.. Yaudah Dara cari data 2 orang itu, Bayu kamu print
Datanya, setelah
itu tempel itu di tiang-tiang”
Bayu, Dara : “Siap pak!”
Setelelah selesai di print Dinda dan Bayu
mulai menelpelkan di jalan, dan bertemu si Rega anak jalanan
Rega :
“(sambil melihat Bayu dan Dinda menelpelkan kertas dan membaca)”
Bayu : “Mas
kenal dengan dua orang ini?”
Rega :
“Hmm.. Tidak pak”
Dara : “Yasudah, kalau mas bertemu dengan orang ini hubungi kami ya
(sambil mengedipkan mata satu)”
Rega :
“O-oke (menatap Dara)”
Saat Rega
sedang berjalan sambil menunduk di sebuah gang, Rega bersenggolan dengan dua
orang yang berada di kertas edaran polisi tadi
Rega : “Eh
maaf bang.”
Ringgo :
“Punya mata nggak sih lu?!”
Danu : “Tau
nih..”
Rega : “Maaf
bang maaf.”
Ringgo :
“Maaf maaf.”
Danu : “Tau
nih..”
Ringgo : “Lu
tau tau aja lu dan, nggak ada kata lain apa?”
Danu :
“Yaudah si go santai aja ngapa.”
Ringgo : “Lu
ngajak ribut dan?!”
Danu : “Lu
mau ribut ama gua?!”
Ringgo :
“ayok!”
(Diam-diam
rega kabur dan dua orang perampok itu ribut sendiri)
Ringgo, Danu
: “1,2,3..(suit china)”
Danu : “Yaa
gua menang kan, lu mah payah go.”
Ringgo :
“Yee itu kan baru 1, kita 3 kali suit lah. Eh btw anak tadi mana?”
Danu : “Lah?
Lagian si lu berantem mulu ah!”
Ringgo :
“Lah kan lu duluan yang songong Dan..”
Danu : “Lu nuduh
gua?!, mau ribut lagi?”
Ringgo :
“Wah ngakin nih?? Ayokk.”
(Suit China)
Danu : “Noh
kan lu kalah lagi.”
Ringgo : “Ah
udah lah, ayok pulang (nada kesel)”
Ringgo dan
Danu kembali ke rumah, tetapi mereka sangat kelaparan. Mereka pun melihat
seorang gadis SMP sedang berjalan di pinggir jalan raya, dan berniat untuk
menjambretnya.
Danu : “Go,
gua laper nih.”
Ringgo :
“Mau makan apa? Kita aja nggak ada duit”
Danu : “Eh
go..”
Ringgo :
“Apaan?”
Danu : “Tuh
ada cewek tuh, jambret yuk?”
Ringgo : “Eh
iya, Ayuk.”
Danu dan
Ringgo pun berjalan ke arah cewek tersebut dan merebut tas milik cewek tersebut
Cewek 1 :
“Jambrett.. Tolongg.. Tolong!!!”
(Figura jadi
warga) ngejar jambret
Warga :
“Woyy jambrett!”
Danu dan
Ringgo bingung ngumper di mana. Mereka pun bertemu Rega.
Ringgo :
“Ngumpet dimana nih nu? (sambil terengah-engah)”
Danu :
“Hehh.. hehh.. hehh.. Nggak tau nih, gimana dong?”
Rega : “Sini
aja bang! (menunjuk semak-semak)”
Danu, Ringgo
: “Oke kang”
Warga pun
lewat dan bertanya kepada rega dimana Ringgo dan Danu
Warga 1 :
“Dek lihat dua orang lewat bawa tas nggak??”
Rega : “Tadi
kesana kang (Menunjuk arah depan)”
Warga 1 :
“Oke makasih”
Danu dan
Rega pun selamat, dan warga tidak melihat keberadaan mereka.
Rega :
“Psstt.. Aman kang”
Ringgo :
“Siplah”
Danu : “Eta
pisan.. Hatur nuhun kang”
Rega : “Iya
sama-sama kang. Emang kenapa kang bisa di kejar warga?”
Danu : “Itu
tadi kita ngeja..”
Ringgo :
“(sambil menutup mulut Danu) Eh nggak, kita tadi cuma main petak
umpet ko. (nada gugup)”
Rega : “Oh
yaudah semangat kang mainnya, jangan sampe ketauwan. Saya permisi
dulu ya kang”
Ringgo, Danu
: “Oke kang”
Ringgo dan
Danu balik ke markas
Pada sore
hari saat sang pejabat Abbas pulang kerja, dia mampir ke toko emas untuk
membeli emas untuk istrinya.
Abbas :
“(sambil membuka web online di handphone mahal miliknya) Wah ada
emas perhiasan nih
(melihat nomor telponnya dan Abbas menelpon orang yang menjual emas tersebut)”
Tukang emas
: “Halo dengan saya Bambang disini,ada yang bisa saya bantu?”
Abbas : “Ya
kang saya Abbas pejabat tertinggi di Indonesia, saya ingin membeli
emas akang yang 70 juta ini”
Bambang :
“Ooo Abbas, iya ya. Yah pak jangan 70 juta pak terlalu kecil sedangkan harga
emas lagi naik.”
Abbas : “ Bapak
mau harga emas itu berapa?”
Bambang :“100
juta lah pak baru deh saya lepas.”
Abbas : “Okeh
deal baru 100 juta doang itu mah kecil(sambil menyombongkan diri)”
Bambang :
“Oke uangnya dikirim lewat apa ya?”
Abbas :
“Lewat ATM MANDUDUK ya?”
Bambang :
“Hmm.. BCKAN aja deh pak.”
Abbas : “Oke
saya kirim sekarang ya?”
Bambang :
“Oke saya tunggu.”
Pada saat
itu Abbas pun langsung mentransfer duit 100 jt nya lewat handphone canggihnya..
Abbas pun menelpon bambang kembali
Abbas :
“Kang sudah saya kirim 100 jt ke ATM BCKANnya ya..”
Bambang :
“Oke saya langsung kirim lewat Viki, alamatnya apa ya?”
Abbas :
“Komp. Atsiri Permai jl. Widuri raya No. 16 citayam”
Bambang :
“Oke pak”
Keesokan
harinya barangpun tiba..
TOK TOK!!
Abbas : “Ya?
(membuka pintu)”
Pengirim :
“Pak mau tanya apa ini rumah bapak Abbas?”
Abbas : “Ya
benar, akang ngirim emas saya ya?”
Pengirim :
“Ya benar,ini emasnya. Bapak bisa tanda tangan disini
(menunjuk bagian kertas)”
Abbas : “Oh
(sambil menanda tangan)”
Abbas
membuka emas tersebut di depan sang pengirim untuk pamer. Tetapi Ringgo dan
Danu sudah sejak lama mengintai rumah Abbas.
Ringgo :
“Nah itu tuh dan sasaran kita”
Danu :
“Rumah pejabat Abbas?”
Ringgo :
“Bukan! Kandang ayam!.. Ya rumah Abbas lah!!”
Danu :
“Ooohh, emang kapan kita ngerampoknya?”
Ringgo : “Lu
telmi banget sih dan!! Kan gua bilang bulan depan dia keluar kota
bahlul!.”
Danu :
“Ooooooooooooo”
Ringgo : “Lu
ngomong ‘Ooooo’ itu ngerti nggak?”
Danu : “Iya
ngerti ko go.”
Abbas pun masuk dan menemui istrinya Liana.
Abbas :
“Mah..”
Lina : “Apa
pah??”
Abbas :
“Liat deh papah beli apa (sambil membuka kotak emas tersebut)”
Lina :
“Wahh!”
Abbas :
“Cantik nggak?”
Lina :
“Cantik banget pahhh..(nada kagum)”
Abbas : “Iya
dong, ini harganya 100 jt loh mah”
Lina :
“Wooww mahal banget dong pah??”
Abbas : “Iya
lah, kita kan kaya.. barang 1 miliyar aja bisa papah beli, apa lagi ini
Cuma 100 jt doang (nada
sombong)”
Lina : “Ah
besok mamah mau kasih liat tetangga ah”
Abbas :
“Kasih liat aja biar mereka kagum hahaha”
Keesokan
harinya..
Lina : “Eh
lo tau nggak? Gua baru di beliin ini dong (memperlihatkan emas
batangannya)”
Tetangga 1 :
“Ohh emas berapa juta? (nada datar)”
Lina : “100
jt dong(nada sombong)”
Tetangga 1 :
“Sombong banget sih lo lin!”
Tetangganya
pun meninggalkan dia
Sampai di
rumah Lina cerita ke Abbas
Lina :
“Pahh! (nada kesel)”
Abbas : “Apa
mamah??”
Lina : “Masa
tetangga mamah ninggalin mamah”
Abbas :
“Hahahaha”
Lina : “Kok
papah malah ketawa sih?! (makin kesel)”
Abbas :
“Mereka ninggalin mamah karna iri mah, mungkin mereka lagi minta
dibeliin sampe sujud-sujud ke
suaminya”
Lina : “Hahaha
iya ya pah, papah pinter juga hehe.”
Abbas : “Iya
dong papah.. Oh iya mah, bulan depan papah mau keluar kota, ke
Kalimantan”
Lina : “Trus
mamah?”
Abbas :
“Nggak ikut.”
Lina : “Ihh
papah mah, mamah ikut, bodo..”
Abbas : “Iya
mah iya ikuta aja deh papah bayarin”
Lina :
“Yeaaayyy (sambil lompat kegirangan)”
Lina dan
Abbas pun pergi dan tidak membawa emasnya. Pada saat di kantor polisi, Bayu, Dara,
dan Dirgantara sedang usaha mencari perampok tersebut.
Dirgantara :
“Daraaa..!!”
Dara :
“Siap, ada apa pak Dirga yang ganteng?”
Dirgantara :
“Hehe makasih.. Dara juga cantikk, oh iya gimana udah dapet data
dari dua perampok
itu?”
Dara :
“Sudah pak, ada di Bayu kok.”
Bayu : “Apa
Dara cantiiiikk??”
Dara : “Ihh
apaan sih kang Bayu.”
Dirgantara :
“Bayuuuuuuu!!!”
Bayu : “Siap
pak!”
Dirgantara :
“Mana data dari kedua rampok itu!?”
Bayu : “Ini
pak (sambil mengasih kertas data), Saya mendapat info bahwa mereka
akan melakukan perampokan di rumah Abbas saat Abbas sedang keluar kota.”
Dirgantara :
“Apaaa?!?!”
Dara :
“(kaget karena mendengar suara Dirga)”
Bayu : “Iya
pak.”
Dirgantara :
“Bayu, Dara!!”
Bayu : “Ya?”
Dara “Ya pak
dirga yang ganteng?”
Dirgantara :
“Kita harus bersiap untuk perang dengan kedua rampok itu. Siap?!!”
Dara, Bayu :
“Siap!”
1 Bulan kemudian..
Danu, Ringgo
: “(bersiap-siap)
Dirgantara :
“Pasukaannn!! Bersiap untuk peraangg!”
Bayu, Dara :
“Siap! (bersiap-siap)
Ringgo :
“Ayo dan, kita beraksi”
Danu :
“...(sedang serius makan)”
Ringgo :
“Woyy bahlul!!”
Danu :
“Hah??”
Ringgo : “Lu
siap nggak??!”
Danu : “Ohh
siap-siap”
Ringgo :
“Kita berangkat”
Dirgantara,
Dara, dan Bayu sampai di rumah pejabat Abbas untuk menangkap perampok
profesional itu
Dirgantara :
“Dara!”
Dara : “Ya
pak?”
Dirgantara :
“Kamu di luar dengan saya untuk mengintai. Bayuu!!”
Bayu : “Ya
pak?”
Dirgantara : “Kamu di dalem ya.”
Bayu : “Yah saya gak bareng Dara?”
Dara : “Ihh emoh ama kamu mah bay.”
Bayu : “Nanti saya nggak ada temennya dar.”
Dirgantara : “Ah sudah lah kamu ini bay polisi tapi penakut.”
Bayu : “Ah oke lah, dadah Dara cantik (melambaikan tangannya)”
Dara : “Idihhhhhh”
Tak lama kemudian Danu dan Ringgo pun sampai di rumah Abbas
Ringgo : “Dan, bobol pintunya!”
Danu : “(mengeluarkan laptop dan mencolokan usb) Sudah go.”
Ringgo : “Bagus”
Ringgo dan Danu masuk ke rumah dan melihat ada polisi Bayu, mereka pun
membuat rencana untuk menangkap polisi Bayu.
Ringgo : “Nih dan, lu kesana biarin lu di todong pistol..”
Danu : “Lah nanti kalo gua mati gimana?, kalo dia ngegorok gua gimana?”
Ringgo : “Ishh dengerin gua dulu Danuuuuuuuuu. Nih jadi lu di todong, nah
nanti
gua ngebius dia make
sapu tangan ini (menunjukan sapu tangannya)”
Danu : “Oooooooooo oke.”
Bayu pun pingsan dan tertangkap oleh Danu dan Ringgo, Bayu pun dijadikan
sandera
Bayu : “(terbangun) Uhhh dimana saya ini?”
Ringgo : “Hahahaha (ketawa jahat) Dasar polisi oneng. Hahahaha (ketawa
jahat)”
Bayu : “(panik)”
Ringgo : “Danu!, bobol brangkasnya”
Danu : “Oke”
Bayu dan Dara pun mulai khawatir dengan Bayu.
Dara : “Pak saya pikir ada masalah deh dengan kang Bayu”
Dirgantara : “Ya saya juga punya firasat buruk”
Dara : “apa kita perlu masuk?”
Dirgantara : “Jangan, kita tunggu mereka keluar saja, baru kita kepung”
Dara : “Oke”
Di dalam rumah
Danu : “Go udah nih, waahhh gilaa banyak emaaassss”
Ringgo : “Woowww cepat masukan ke tas!”
Danu pun memasukan semuanya ke tas, sementara itu Ringgo menyiapkan bom.
Ringgo : “Hahahaha apa kau punya kata-kata terakhir pak polisi?
(sambil memegang
bom)”
Bayu : “Apa kau akan ngebom rumah ini bersama denganku? (nada takut)”
Ringgo : “Tidak untuk ngebom lobang tikus. Ya buat ngebom lu lah!”
Bayu : “Tidaakk”
Danu : “Ayo go nyalain bomnya, kita lets go.”
Ringgo : “Ayo. Biarkan kucing kecil ini meledak hahaha (tertawa jahat)”
Bom pun mulai
menyala dalam waktu 10 detik. Danu dan Ringgo pun
keluar, Bom
langsung meledak menghancurkan rumah sang pejabat. Dirgantara dan Dara pun dengan cepat mengepung Danu dan Ringgo.
Dirgantara : “Polisi!!”
Dara :
“Menyerahlah!”
Danu : “Siapa
kalian?”
Ringgo : “Lu bolot banget dan, kan tadi dia udah bilang mereka itu polisi.”
Danu : “Oooo yasudah”
Dirgantara : “Menyerah lah!”
Dengan cepat Ringgo menangkap Dara.
Ringgo : “Lu mau dia mati juga kayak polisi payah tadi atau kita duel?
(menodongkan pistol kearah Dara)”
Dirgantara : “Bayu!”
Dara : “Bayuuuu!!”
Danu menodongkan pistol ke Dirgantara sambil mengoceh
Dirgantara pun
dengan cepat juga menyandera Danu dan mengambil pistol miliknya
Dirgantara :
“Jangan bergerak, lepaskan Dara atau temanmu akan mati!.”
Ringgo : “Hebat
juga kau. Baiklah kita duel saja.(nada menantang)”
Ringgo dan
Dirgantara pun mulai melepaskan sanderanya. Dan mulai berduel.
Ringgo : “Ayo
maju.”
Merepa mulai
bertarung dengan tangan kosong. Tetapi Ringgo mulau terlihat lemah, Danu pun
bergegas membantunya. Sementara itu dara sedang bersedih atas kematiannya Bayu.
Dara : “Bayy..
Kenapa kau bias kalah olehnya? (nangis)”
Sementara itu
Rega sedang melintas di daerah itu dan Rega pun melihat bahwa Dirgantara mulau
sekarat. Rega menolong Dirgantara dengan keahlian beladirinya.
Rega : “Hey
kalian!!” (memanggil Ringgo dan Danu)
Ringgo : “Eh
akang yang waktu itu.”
Rega : “jadi
kalian ini perampok??”
Dara : “Kamu
kenal sama mereka?” (Bertanya pada Rega)
Rega : “Ya
mereka pernah bertemu saya, tapi saya tidak tahu bahwa mereka
perampok.”
Dirgantara :
“Tolong! (nada lemas)”
Rega : “Aku
tidah akan mengampuni kalian!”
Danu : “Heh
masih kecil mah diem aja lu!! Mau nganterin nyawa lu kesini?!”
Dengan kecepatan
cepat, Rega langsung menyerang Danu. Sementaa itu Ringgo bengong melihat
hebatnya Rega. Ringgo pun berbalik menyerang Rega. Danu mengeluarkan pistol
miliknya, belum sempat menembak, pistol tersebut sudah di rebut oleh Rega.
Ringgo : “Dodol
lu Dan, kok malah di kasih pistol!!?”
Danu : “Sorry
go. Hehe”
Rega pun
langsung menembak Ringgo dan Danu hingga tewas.
Dirgantara :
“(berdiri pincang menghampiri Rega) Terima kasih nak. Nama mu
siapa?”
Rega : “Rega
pak. Hehe”
Dirgantara :
“Kamu hebat sekali. Apa kamu mau bergabung dengan kami?
Menjadi polisi.”
Rega : “Hah??
Serius pak??”
Dara : “Iya ini
sebagai tanda terima kasih dari kami (sambil tersenyum)”
Rega :
“Alhamdulillahhh ya allah. Hamba daper pekerjaan (bersujud)”
Dirganda :
“Sudah-sudah. Ayo ikut kami ke kantor.”
Rega : “Oke”
Akhirnya Rega
pun menjadi seorang polisi yang berani dan kuat.
3 bulan
kemudian.. Dirgantara menembak Dara
Dirgantara :
“Dar, aku suka ama kamu sejak kita awal ketemu, tapi aku gk mau
bilang kalo aku suka dan
cinta kepadamu. Sekang, kamu mau nggak
jadi pendamping hidup aku
selamanya? (gaya nembak cewe)
Dara : “Hmmm..
(Mengangguk sambil tersenyum)”
Dirgantara :
“Iya? (tersenyum dan berlari kearah Rega)”
Rega : “Eh ada
apa ini pak?”
Dirgantara :
“Akhirnya saya bias menyatakan cinta saya selama ini!”
(sambil memeluk Rega)
THE END
B. Naskah Drama dengan B. Sunda
Judul : Bajo&BudakJalananAnuHebat
Pemain
:
Ahmad
Arfi : Bayu (Polisi) badannya besar, tergila-gila dengan dinda sampai bersaing dengan Dirgantara,orangnya panikan, pelupa
DitaWidiantari : Dara
(Polisi)polwan yang amat sangat cantik, tidak peka terhadap bayu, tergila-gila dengan dirgantara
SyachrulIchwan : Dirgantara
(Polisi)badannya kurus, kuat, orangnya santai selow, tidak terlalu memikirkan wanita,
saingan bayu, orangnya nekat
M.
Farhan F. : Abbas (Pejabat tertinggi)sombong, koruptor, serakah,
sok bijaksana, licik, pemalas
Amelia : Liana (Istri pejabat) sombong, pelit,
suka pamer
M. Rafli F. : Danu (Perampok) Pintar IT, Beloon,
lelet, Telmi
RayhanShidqi : Ringgo(Perampok)
Sok tau, Cepa tmengatur strategi, tidak sabar melihatleletnya Danu
Ridho
Al’Amin : Rega(Anak jalanan yang hebat dalam bela diri) hebatdalam kung
fu, pendiam, beloon, cerdik
Latar
:
-
KantorPejabat
-
Jalanraya
-
RumahMewah
-
Kantor
polisi
-
MarkasPerampok
Pada suatu
pagi..
(Di teras
rumah mewah, Abbas sedang bersantai dan berbincang dengan Liana)
Lina : “Yeuh
pah teh na.”
Abbas : “(sambil meminum)ieu naon?Teh
naha cawerang?Ieu teh naon air putih??”
Lina : “Heueuh,gula
urang geus seep soalna hehe..”
Abbas : “Meser
atuh,pan urang geus seueur artos.”
Lina : “Mamah
cape pah tumpak mobil sorangan,kalintang-kali bapa janten supir atuh..”
Abbas : “Ah,cape
janten supir..”
Sementara
itu, di sebuah rumah kecil markas 2 orang perampok yang profesional
Ringgo :
“Dan!”
Danu : “...”
Ringgo :
“(sambil melepas headset Danu) Woy!! Dengek teu sih?! Itu kuping apa
opak?!”
Danu : “Ohh
maneh manggil urang??”
Ringgo :
“Bukan, noh manggil tembok!.”
Danu : “Ohh
yaudah (sambil memakai kembali headsetnya)”
Ringgo :
“(Melepaskan headset Danu) Naha dodol da anjeun?!”
Danu :
“Hah?”
Ringgo : “Geus
ah cape gua!.. Yeuh gua aya rencana hoyong ngerampok imah
pajabat
Abbas.”
Danu : “Emang
naha?”
Ringgo : “pan
jalmi jegud,Tangtos seueur artos. Kuping-kuping oge anjeunna
hoyong kajabi
dayeuh sasih payun”
Danu : “Oohh,pinter
oge anjeun go.”
Ringgo : “Heueuh
atuh. (Sambil bergaya) ... Geus ah gua hoyong ka JAMBAN
tiheula.”
Siang
harinya, dikantor polisi
Dirgantara :
“Bayu!, Dinda!”
Bayu, Dara : “Nya pak?!”
Dirgantara :
“Naon maraneh siap ngajalankeun pancen?!”
Bayu : “Pancen?”
Dara : “nuju?”
Bayu : “Pancen
naon pak?”
Dirgantara :
“Nya,naon maraneh emut kalawan kajadian bank INI anu dirampok ku
dua jalmi
bajo eta?”
Dara : “Nya tangtos emut pak!”
Bayu : “nu
manten nya pak?”
Dara : “Eta anu lumangsung 1 bulanlalu eta,anjeun mah limpeuran bay.”
Bayu : “Ohh
eta,tuh pan lamun Dara anu nyarios mah abdi langsung mudeng,
(berbisik ke dinda) lamun
komandan anu nyarios mah abdi resep hilap.”
Dirgantara :
“Naon anjeun ngomong?!”
Bayu :
“Eh,nggak pak tadi abdi mung ngomong bapa teges pisan.”
Dirgantara :
“Semprul.. Yaudah Dara pilari data 2 jalmi eta,Bayu anjeun print
Data
na,sanggeus eta tempel eta di tihang-tiang”
Bayu,Dara :
“Siap pak!”
Setelelah
rengse di print Dinda sarta Bayu mimiti menelpelkeun di jalan,sarta patepang si
Rega anak jalanan
Rega :
“(sambil ningali Bayu sarta Dinda menelpelkeun kertas sarta maos)”
Bayu : “Mas
kenal kalawan dua jalmi ieu?”
Rega :
“Hmm.. Henteu pak”
Dara :
“Yasudah,lamun emas patepang kalawan jalmi ieu hubungi urang nya
(sambil
mengedipkeun panon hiji)”
Rega :
“O-oke (melong Dara)”
Wanci Rega
kanggo mapan sambil menunduk di hiji gang,Rega pagilinggisik kalawan dua jalmi
anu aya di kertas edaran pulisi tadi
Rega : “Eh
hapunten bang.”
Ringgo :
gaduh panon nggak da anjeun?!”
Danu : “Tau
yeuh..”
Rega : “Maaf
bang hapunten.”
Ringgo :
“Maaf hapunten.”
Danu : “Tau
yeuh..”
Ringgo : “Lu
teurang teurang wae anjeun sarta,nggak aya sanggem sanes naon?”
Danu :
“Yaudah si go salse wae ngapa.”
Ringgo : “Lu
ngajak ribut sarta?!”
Danu : “Lu
hoyong ribut ama gua?!”
Ringgo :
“ayok!”
(Cicing-cicing
rega kabur sarta dua jalmi bajo eta ribut sorangan)
Ringgo,Danu
: “1 , 2 , 3..(susuitan china)”
Danu : “Yaa
gua kenging pan,anjeun mah susah payah go.”
Ringgo :
“Yee eta pan anyar 1,urang 3 kali susuitan lah. Eh btw anak tadi manten?”
Danu : “Lah?
Lagian si anjeun garelut mulu ah!”
Ringgo :
“Lah pan anjeun ti payun anu songong Sarta..”
Danu : “Lu
nuduh gua?!,hoyong ribut deui?”
Ringgo :
“Wah ngakin yeuh?? Ayokk.”
(Susuitan
China)
Danu : “Noh
pan anjeun eleh deui.”
Ringgo : “Ah
geus lah,ayok wangsul (nada kesel)”
Ringgo sarta
Danu balik ka imah,nanging maranehanana kalaparan pisan. Maranehanana oge
ningali saurang mojang SMP kanggo mapan di sisi jalan gede,sarta boga niat
kanggo menjambretnya .
Danu :
“Go,gua haranga yeuh.”
Ringgo :
“Mau neda naon? Urang wae nggak aya duit”
Danu : “Eh
go..”
Ringgo :
“Apaan?”
Danu : “Tuh
aya awewe tuh,jambret yuk?”
Ringgo : “Eh
heueuh,Ayuk.”
Danu sarta
Ringgo oge mapan ka arah awewe kasebat sarta ngarebut tas kaduh awewe kasebat
Awewe 1 :
“Jambrett.. Tolongg.. Tulung!!!”
(Figura
janten wargi) ngejar jambret
Wargi :
“Woyy jambrett!”
Danu sarta
Ringgo ewed ngumpet di manten. Maranehanana oge patepang Rega.
Ringgo :
“Ngumpet di mana yeuh nu? (sambil terengah-engah)”
Danu :
“Hehh.. hehh.. hehh.. Nggak teurang yeuh,kumaha atuh?”
Rega : “Sini
wae bang! (nunjuk semak-semak)”
Danu,Ringgo
: “Oke kang”
Wargi oge
liwat sarta naros ka rega di mana Ringgo sarta Danu
Wargi 1 :
“Dek tingal dua jalmi liwat bantun tas nggak??”
Rega : “Tadi
kaditu kang (Nunjuk arah payun)”
Wargi 1 :
“Oke hatur
nuhun kang”
Danu sarta
Rega oge wilujeng,sarta wargi henteu ningali ayana maranehanana.
Rega :
“Psstt.. Aman kang”
Ringgo :
“Siplah”
Danu : “Eta
pisan.. Hatur nuhun kang”
Rega : “Iya
sami-sami kang. Emang naha kang tiasa di berik wargi?”
Danu : “Itu
tadi urang ngeja..”
Ringgo :
“(sambil balem Danu) Eh nggak,urang tadi mung ulin petak
umpet ko.
(nada gugup)”
Rega : “Oh
yaudah sumanget kang ulin na,ulah sampe ketauwan. Abdi punten
tiheula nya
kang”
Ringgo,Danu
: “Oke kang”
Ringgo sarta
Danu wangsul ka markas
Dina sonten
dinten wanci sang pajabat Abbas wangsul damel,anjeunna nyimpang ka toko emas
kanggo meser emas kanggo pamajikan na.
Abbas :
“(sambil muka ramat online di handphone awis bogana) Wah aya
emas
perhiasan yeuh (ningali nomer telepon na sarta Abbas menelpon jalmi anu ngical
emas kasebat)”
Tukang emas
: “Halo kalawan abdi Bambang di dieu , aya anu tiasa abdi bantos?”
Abbas : “Ya
kang abdi Abbas pajabat pangluhurna di Indonesia,abdi hoyong meser
emas akang
anu 70 juta ini”
Bambang :
“Ooo Abbas,heueuh nya. Yah pak ulah 70 juta pak alit teuing sedengkeun pangaos
emas deui tumpak.”
Abbas : “
Bapa hoyong pangaos emas eta sabaraha?”
Bambang
:“100 juta lah pak anyar deh abdi lesot.”
Abbas :
“Okeh deal anyar 100 juta hungkul eta mah alit(sambil menyombongkeun diri)”
Bambang :
“Oke artos na dikirim liwat naon nya?”
Abbas :
“Lewat ATM MANDUDUK nya?”
Bambang :
“Hmm.. BCKAN wae deh pak.”
Abbas : “Oke
abdi kintun ayeuna nya?”
Bambang :
“Oke abdi antos.”
Dina wanci
eta Abbas oge langsung mentransfer artos 100 jt na liwat handphone canggihnya
.. Abbas oge menelpon bambang balik
Abbas :
“Kang atos abdi kintun 100 jt ka ATM BCKANNYA nya..”
Bambang :
“Oke abdi langsung kintun liwat Viki,alamatna naon nya?”
Abbas :
“Komp. Atsiri Permai jl. Widuri raya No. 16 citayam”
Bambang :
“Oke pak”
Enjing poena
barangpun anjog..
TOK TOK!!
Abbas : “Ya?
(muka panto)”
Aya nu
ngirim : “Pak hoyong taros naon ieu imah bapa Abbas?”
Abbas : “Ya
leres,akang ngirim emas abdi nya?”
Aya nu
ngirim : “Ya leres , ieu emas na. Bapa tiasa tawis di dieu
(nunjuk
haturan kertas)”
Abbas : “Oh
(sambil menanda panangan)”
Abbas muka
emas kasebat di payun sang aya nu ngirim kanggo pamer. Nanging Ringgo sarta
Danu atos saprak lami ngintip imah Abbas.
Ringgo :
“Nah eta tuh sarta sasaran kita”
Danu :
“Rumah pajabat Abbas?”
Ringgo :
“Bukan! Kandang hayam!.. Nya imah Abbas lah!!”
Danu :
“Ooohh,emang iraha urang ngerampoknya ?”
Ringgo : “Lu
telmi pisan da sarta!! Pan gua ngomong sasih payun anjeunna kajabi dayeuh
bahlul!.”
Danu :
“Ooooooooooooo”
Ringgo : “Lu
nyarios ‘Ooooo’ eta teurang nggak?”
Danu : “Iya
teurang ko go.”
Abbas oge
lebet sarta manggihan pamajikan na Liana.
Abbas :
“Mah..”
Lina : “Apa
pah??”
Abbas :
“Liat deh leumpang meser naon (sambil muka kotak emas kasebat)”
Lina :
“Wahh!”
Abbas :
“Cantik nggak?”
Lina :
“Cantik pisan pahhh..(nada kataji)”
Abbas : “Iya
atuh,ieu pangaosna 100 jt loh mah”
Lina :
“Wooww awis pisan atuh pah??”
Abbas : “Iya
lah,urang pan jegud.. barang 1 miliyar wae tiasa leumpang meser,naon deui ieu
Mung 100 jt
hungkul (nada songong)”
Lina : “Ah
enjing mamah hoyong kaasih ningali tatangga ah”
Abbas :
“Kasih ningali wae engkeun maranehanana kataji hahaha”
Enjing
poena..
Lina : “Eh
lo teurang nggak? Gua anyar di beliin ieu atuh (nempokeun emas
batangannya
)”
Tatangga 1 :
“Ohh emas sabaraha juta? (nada leah)”
Lina : “100
jt atuh(nada songong)”
Tatangga 1 :
“Sombong pisan da lo lin!”
Tatangga na
oge ninggalkeun anjeunna
Dugi di imah
Lina carios ka Abbas
Lina :
“Pahh! (nada kesel)”
Abbas : “Apa
mamah??”
Lina : “Masa
tatangga mamah ninggalin mamah”
Abbas :
“Hahahaha”
Lina : “Kok
leumpang malih ketawa da?! (beuki kesel)”
Abbas :
“Mereka ninggalin mamah karna iri mah,manawi maranehanana deui teda
dibeliin
sampe sujud-sujud ka suaminya”
Lina :
“Hahaha heueuh nya pah,leumpang pinter oge hehe.”
Abbas : “Iya
atuh leumpang.. Oh heueuh mah,sasih payun leumpang hoyong kajabi dayeuh,ka
Kalimantan”
Lina : “Trus
mamah?”
Abbas :
“Nggak ngiring.”
Lina : “Ihh
leumpang mah,mamah ngiring,bodo..”
Abbas : “Iya
mah heueuh ikuta wae deh leumpang bayarin”
Lina :
“Yeaaayyy (sambil luncat kegirangan)”
Lina sarta
Abbas oge mios sarta henteu ngabantun emas na. Dina wanci di kantor
pulisi,Bayu,Dara,sarta Dirgantara kanggo usaha pilari bajo kasebat.
Dirgantara :
“Daraaa..!!”
Dara :
“Siap,aya naon pak Dirga anu kasep?”
Dirgantara :
“Hehe makasih.. Dara oge cantikk,oh heueuh kumaha geus dapet data ti dua bajo
eta?”
Dara :
“Sudah pak,aya di Bayu naha.”
Bayu : “Apa
Dara cantiiiikk??”
Dara : “Ihh
naon da kang Bayu.”
Dirgantara :
“Bayuuuuuuu!!!”
Bayu : “Siap
pak!”
Dirgantara :
“Mana data ti kadua begal eta!?”
Bayu : “Ini
pak (sambil masihan kertas data),Abdi mendapat info yen maranehanana
bade
ngalakukeun perampokan di imah Abbas wanci Abbas kanggo kajabi dayeuh.”
Dirgantara :
“Apaaa?!?!”
Dara :
“(reuwas margi ngadenge soanten Dirga)”
Bayu : “Iya
pak.”
Dirgantara :
“Bayu,Dara!!”
Bayu : “Ya?”
Dara “Ya pak
dirga anu kasep?”
Dirgantara :
“Kita kedah bersiap kanggo perang kalawan kadua begal eta. Siap?!!”
Dara,Bayu :
“Siap!”
1 Sasih
saterusna..
Danu,Ringgo
: “(bersiap-siap)
Dirgantara :
“Pasukaannn!! Bersiap kanggo peraangg!”
Bayu,Dara :
“Siap! (bersiap-siap)
Ringgo :
“Ayo sarta,urang beraksi”
Danu : “...(kanggo serius neda)”
Ringgo : “Woyy bahlul!!”
Danu : “Hah??”
Ringgo : “Lu siap nggak??!”
Danu : “Ohh siap-siap”
Ringgo : “Kita berangkat”
Dirgantara,Dara,sarta Bayu dugi di imah pajabat Abbas kanggo nyerek bajo
profesional eta
Dirgantara : “Dara!”
Dara : “Ya pak?”
Dirgantara : anjeun di jabi kalawan abdi kanggo ngintip. Bayuu!!”
Bayu : “Ya pak?”
Dirgantara : anjeun di dalem nya.”
Bayu : “Yah abdi teu bareng Dara?”
Dara : “Ihh emoh ama anjeun mah bay.”
Bayu : “Nanti abdi nggak aya rencang na dar.”
Dirgantara : “Ah atos lah anjeun ieu bay pulisi nanging borangan.”
Bayu : “Ah oke lah,dadah Dara geulis (medadahkeun leungeunnya)”
Dara : “Idihhhhhh”
Tak lami saterusna Danu sarta Ringgo oge dugi di imah Abbas
Ringgo : “Dan,bobol panto na!”
Danu : “(kaluron laptop sarta mencolokeun usb) Atos go.”
Ringgo : “Bagus”
Ringgo sarta Danu lebet ka imah sarta ningali aya pulisi Bayu,maranehanana
oge midamel rencana kanggo nyerek pulisi Bayu.
Ringgo : “Nih sarta,anjeun kaditu biarin anjeun di todong pestol..”
Danu : “Lah antos lamun gua nilar kumaha?,lamun anjeunna ngegorok gua
kumaha?”
Ringgo : “Ishh dengerin gua tiheula Danuuuuuuuuu. Yeuh janten anjeun di
todong,tah antos
gua ngebius anjeunna make sapu panangan ieu (menunjukeun sapu leungeunnya)”
Danu : “Oooooooooo oke.”
Bayu oge kapidara sarta tertangkap ku Danu sarta Ringgo,Bayu oge dijadikeun
sandra
Bayu : “(terbangun) Uhhh di mana abdi ieu?”
Ringgo : “Hahahaha (ketawa jahat) Dasar pulisi oneng. Hahahaha (ketawa
jahat)”
Bayu : “(panik)”
Ringgo : “Danu!,bobol brangkasnya”
Danu : “Oke”
Bayu sarta Dara oge mimiti rempan kalawan Bayu.
Dara : “Pak abdi ngamanah aya masalah deh kalawan kang Bayu”
Dirgantara : “Ya abdi oge gaduh wirasat buruk”
Dara : “apa urang peryogi lebet?”
Dirgantara : “Jangan,urang antos maranehanana kajabi wae,anyar urang
kepung”
Dara : “Oke”
di jero imah
Danu : “Go geus yeuh,waahhh gilaa seueur emaaassss”
Ringgo : “Woowww enggal asupkeun ka tas!”
Danu oge memasukeun sadayana ka tas,samentara eta Ringgo nyiapkeun bom.
Ringgo : “Hahahaha naon anjeun gaduh sanggem-sanggem pamungkas pak pulisi?
(sambil nyepeng bom)”
Bayu : “Apa anjeun bade ngebom imah ieu sareng kalawan kuring? (nada
rempan)”
Ringgo : “Tidak kanggo ngebom lobang beurit. Nya kanggo ngebom anjeun lah!”
Bayu : “Tidaakk”
Danu : “Ayo go nyalain bomnya ,urang lets go.”
Ringgo : “Ayo. Sawios ucing alit ieu ngajelegur hahaha (seuri jahat)”
Bom oge mimiti murub dina wanci 10 detik. Danu sarta Ringgo oge kajabi,Bom
langsung ngajelegur ngancurkeun imah sang pajabat. Dirgantara sarta Dara oge
kalawan enggal ningker Danu sarta Ringgo.
Dirgantara : “Polisi!!”
Dara : “Menyerahlah!”
Danu : “Siapa maraneh?”
Ringgo : “Lu bolot pisan sarta,pan tadi anjeunna geus ngomong maranehanana
eta pulisi.”
Danu : “Oooo yasudah”
Dirgantara : “Menyerah lah!”
Kalawan enggal Ringgo nyerek Dara.
Ringgo : “Lu hoyong anjeunna nilar oge jiga pulisi susah payah tadi atawa
urang duel? (menodongkeun pestol kearah Dara)”
Dirgantara : “Bayu!”
Dara : “Bayuuuu!!”
Danu menodongkeun pestol ka Dirgantara sambil mengoceh
Danu : “Nah anjeun hoyong keur naon ayeuna? Diem anjeun ulah unggut gerak”
Dirgantara oge kalawan enggal oge menyandera Danu sarta nyokot pestol
bogana
Dirgantara : “Jangan usik,lepaskan Dara atawa rerencangan anjeun bade
nilar!.”
Ringgo : “Hebat oge anjeun. Mangga urang duel wae.(nada nangtang)”
Ringgo sarta Dirgantara oge mimiti ngalaan sandra na. Sarta mimiti berduel.
Ringgo : “Ayo maju.”
Merepa mimiti bertarung kalawan panangan teu aya. Nanging Ringgo mulau
katembong lemah,Danu oge bergegas ngabantuan na. Samentara eta dara kanggo bersedih
luhur maotna Bayu.
Dara : “Bayy.. Naha anjeun tiasa eleh ku na? (ceurik)”
Samentara eta Rega kanggo ngaliwat di wewengkon eta sarta Rega oge ningali
yen Dirgantara mulau sakarat. Rega nulungan Dirgantara kalawan keahlian
beladirinya.
Rega : “Hey maraneh!!” (nyauran Ringgo sarta Danu)
Ringgo : “Eh akang anu wanci eta.”
Rega : “jadi maraneh ieu bajo??”
Dara : anjeun kenal sami maranehanana?” (Naros dina Rega)
Rega : “Ya maranehanana kantos patepang abdi,nanging abdi henteu terang yen
maranehanana
bajo.”
Dirgantara : “Tolong! (nada leuleus)”
Rega : abdi tidah bade ngahampura maraneh!”
Danu : “Heh alit keneh mah diem wae anjeun!! Hoyong nganterin nyawa anjeun
dieu !”
Kalawan kecepatan enggal,Rega langsung narajang Danu. Sementaa eta Ringgo
hookeun ningali hebat na Rega. Ringgo oge mayun narajang Rega. Danu kaluron
pestol bogana,tacan sempet nembak,pestol kasebat atos di rebut ku Rega.
Ringgo : “Dodol anjeun Sarta,naha malih di kaasih pestol!!?”
Danu : “Sorry go. Hehe”
Rega oge langsung nembak Ringgo sarta Danu dugi tiwas.
Dirgantara : “(tangtung pengkor nyampeurkeun Rega) hatur nuhun nak. Wasta
mu
saha?”
Rega : “Rega pak. Hehe”
Dirgantara : anjeun hebat kalintang. Naon anjeun hoyong ngagabung kalawan
urang?
Barobah kaayaan pulisi.”
Rega : “Hah?? Serius pak??”
Dara : “Iya ieu minangka tawis hatur nuhun ti urang (sambil imut)”
Rega : “Alhamdulillahhh nya allah. Abdi daper pagawean (sumujud)”
Dirganda : “Sudah-atos. Hayu ngiring urang ka kantor.”
Rega : “Oke”
Ahirna Rega oge barobah kaayaan saurang pulisi anu wantun sarta kiat.
3 sasih saterusna.. Dirgantara nembak Dara
Dirgantara : “Dar,abdi resep ama anjeun saprak urang mimiti
papanggih,nanging
abdi gk hoyong ngomong lamun abdi resep sarta tresna ka anjeun.
Cocok,
anjeun hoyong nggak janten pendamping hirup abdi
salamina? (gaya nembak cewe)”
Dara : “Hmmm.. (Unggeuk sambil imut)”
Dirgantara : “Iya? (imut sarta lumpat kearah Rega)”
Rega : “Eh aya naon ieu pak?”
Dirgantara : Ahirna abdi bias nyatakeun tresna abdi salila ieu!”
(sambil memeluk
Rega)
THE END
Hanya itu saja yang bisa saya sampaikan, bila ada kesalahan penulisan dan kata mohon di maaf kan.. Terima kasihh
Wass. wr. wb